Mesin Pencari Web & Site

Google

12.02.2008

TARINGGUL TONGGOH PURWAKARTA

Desa Taringgul Tonggoh terletak di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta kira - kira 3 jam perjalanan dari jakarta, setelah kita melalui jalan Tol Sadang ke arah Wanayasa kita akan sampai di sebuah desa yang cukup tenang dan jauh dari kebisingan perkotaan, setelah masuk kita akan menemukan pemandangan yang menyenangkan dan Indah,berbukit-bukit dengan sejumlah persawahan lahan tadah hujan , dan juga ladang dengan berbagai tanaman pertanian di sekitar nya.

Ternyata desa yang menjadi lokasi Peraktek Kerja Lapangan Siswa Sekolah Politik Kerakyatan KIBAR ( Komunitas Indonesia Baru ) angkatan kedua ini ternyata sebuah desa yang cukup padat dengan rumah-rumah penduduk yang beberapa di antaranya berdekatan satu dengan yang lain. Sehingga membuat penduduk di desa tersebut sangat kuat akrab dan kuat kegotong royongan serta solidaritas nya.

Meskipun desa tersebut menghasilkan sekian nama pemain sepak bola nasional kenyataanya masih jauh di bilang desa yang makmur serta maju,Media Masa seperti koran boleh di bilang jauh dari kepentingan penduduk desa, apa lagi berbicara internet, sudah boleh di bilang tidak setiap penduduk akrab dengan nya.

Sawah pertanian Tadah hujan menyebabkan pertanian hanya mampu panen dua kali se tahun,belum lagi serangan Hama dan penyakit yang menyebakan tanaman padi mereka menjadi merah atau putih menjelang berisi bulir padi.

sedikit penduduk yang memiliki sawah, sebagian besar adalah Buruh tani yang pada umumnya telah berusia Tua,yang rata-rata perhari hanya menerima upah Rp.20 ribu rupiah .

dengan penghasilan sejumlah itu tak heran bila penduduk hanya mampu pasrah dengan hidup yang penuh dengan kesederhanaan,makanan yang mereka konsumsi sehari-hari juga sangat sederhana tidak bervariasi seperti layaknya penduduk kota yang jaraknya juga tidak jauh dari letak mereka tinggal.

Meskipun letak desa mereka sangat dekat dengan bendungan yang menyediakan fasilitas pembangkit listrik, namun tak jarang mati lampu kerap terjadi terutama saat hujan tiba. tiap rumah rata-rata memiliki daya listrik 450 watt, jauh sekali dengan penduduk kota yang sebagian memiliki listrik berdaya 900-1300 atau bahkan 4000-6000 watt.

Melihat ketimpangan itu bisa dipastikan bahwa desa - desa seperti itu sangat sulit membangun ketahanan dan ekonomi nya ...jangan kan Informasi ,Gizi ...IRONIS sekali.




sedangkan Home Industri sebagai penunjang

0 comments: